Pengawalan Aspirasi Desa Adat
Turun langsung ke berbagai kabupaten untuk menyerap aspirasi Bendesa Adat guna memastikan perlindungan hukum terhadap hak-hak ulayat dan pura sakral di Bali.
Baca Selengkapnya →Berdedikasi untuk menjaga taksu Bali, melestarikan adat dan sejarah kebudayaan leluhur, serta memperjuangkan aspirasi krama masyarakat Bali secara berdaulat.
Kenali Lebih DalamDr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M.W.S., S.E. (M.Tru), M.Si., yang kerap disapa AWK, adalah seorang tokoh masyarakat, akademisi, dan figur politik terkemuka di Bali. Beliau dikenal luas sebagai figur yang gigih memperjuangkan kebangkitan adat, budaya, dan kesejahteraan ekonomi krama Bali.
Karier politiknya meroket saat beliau terpilih sebagai Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI mewakili Provinsi Bali dengan perolehan suara yang signifikan pada pemilu-pemilu sebelumnya. Di dunia akademik, beliau mendedikasikan ilmunya dengan menjabat sebagai Rektor Universitas Mahendradatta.
AWK sering menjadi sorotan karena gaya bicaranya yang vokal dalam mempertahankan eksistensi kebudayaan Hindu-Nusantara di tengah arus globalisasi, dan selalu mengajak generasi muda Bali untuk bangga terhadap warisan Babad Leluhur.
Arya Wedakarna menyatakan bahwa dirinya merupakan keturunan dari pendiri Kerajaan Badung pertama, yakni I Gusti Tegeh Kori. Garis silsilah ini merujuk pada Babad Leluhur Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori, yang secara historis memiliki pertalian darah dan ikatan kuat dengan trah Kerajaan Majapahit yang datang ke Pulau Bali pada masa lampau.
Dalam berbagai kegiatan sakral dan kebudayaan, beliau kerap disapa dengan gelar lengkap Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan XIX atau Abhiseka Raja Majapahit Bali. AWK menegaskan bahwa gelar tersebut merupakan bentuk penghormatan adat dan peran sebagai pengayom pelestari budaya Nusantara oleh komunitas terkait, bukan merupakan klaim kekuasaan politik layaknya monarki modern.
Mewujudkan Provinsi Bali yang berdaulat secara budaya, mandiri secara ekonomi, dan unggul dalam pendidikan berlandaskan nilai-nilai luhur Tri Hita Karana, serta senantiasa memperkuat posisi masyarakat Bali dalam bingkai persatuan NKRI.
Turun langsung ke berbagai kabupaten untuk menyerap aspirasi Bendesa Adat guna memastikan perlindungan hukum terhadap hak-hak ulayat dan pura sakral di Bali.
Baca Selengkapnya →Melalui The Sukarno Center di Tampaksiring, membumikan kembali ajaran luhur Trisakti Bung Karno dan semangat kebangsaan kepada ribuan pemuda Bali.
Baca Selengkapnya →Menginisiasi berbagai program apresiasi dan dukungan dana pembinaan bagi para seniman tradisi demi eksistensi seni tabuh dan tari klasik Bali.
Baca Selengkapnya →