23 Oktober 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Ketua Pengadilan Tinggi Bali Apresiasi Perjuangan AWK Membangun Museum Bung Karno

KUNJUNGAN – Dr. Arya Wedakarna menerima Ketua Pengadilan Tinggi Bali dan para Hakim Tinggi di Museum Bung Karno Renon.
Silaturahmi Hakim Tinggi di Perpusatkaan Bung Karno

President The Sukarno Center, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III mendapatkan kehormatan dengan datangnya 5 orang Hakim Tinggi ke Museum Perpustakaan Bung Karno di Niti Mandala Renon. Dalam kunjungan rombongan Hakim Tinggi ini, langsung dipimpin oleh Yang Mulia Zaid Umar Bobsaid, SH. MH ( Ketua Pengadilan Tinggi Provinsi Bali ) bersama YM Hakim I Gusti Lanang Dauh, SH, MH, YM Hakim Hendra H. Situmorang,SH, YM Hakim Sutarto, SH,M.Hum dan YM Dr. Djaniko MH Girsang, SH, Mhum.

Diterima langsung oleh Dr Arya Wedakarna ( AWK ) yang didampingi oleh Shri IGN Wira Wedawitry Suyasa,Sos,SH,MH ( Ketua Umum Yayasan Universitas Mahendradatta / Direktur Law Center Marhaen ) serta Gus Marhaen ( Pembina Museum – Museum Bung Karno di Bali ).Dalam kunjungan silaturahmi yang berlangsung lebih dari 1 jam ini, banyak hal didiskusikan oleh para Hakim Tinggi dengan AWK diantaranya terkait sejarah Bung Karno dan juga bagaimana peran dari keluarga Shri Wedastera Suyasa dalam mengelola dan juga membangun simbol – simbol bapak bangsa di Bali ini.

Dalam pertemuan tersebut juga dijelaskan sejarah bagaimana perjuangan dalam menjaga peninggalan dan aset terkait perjuangan Bung Karno di Bali. “Shri Wedastera Suyasa pernah berpendidikan tinggi di Bandung Jawa Barat dan pernah menjadi Panitia di Konfrensi Asia Afrina ( KAA ) pada 1955 bersama gerakan Front Marhaenis.

Dan dari sanalah Bung Karno melihat ada potensi hebat dari seorang putra Bali dan akhirnya Shri Wedastera Suyasa diberikan kepercayaan menjadi Ketua Partai Nasional Indonesia ( PNI ) dan juga Anggota DPR GR RI/MPRS. Dan dengan pengaruh politik sebagai pimpinan PNI saat itu, akhirnya Shri Wedastera Suyasa berhasil meyakinkan Presiden Sukarno untuk menggagas sejumlah simbol bangsa di Bali seperti pendirian Parisadha Hindu 1959 yang kebetulan Shri Wedastera adalah Ketua Angkatan Muda Hindu Bali, begitu juga pembangunan Unud 1962, pembangunan Istana Kepresidenan RI Tampaksiring, RSUP Sanglah, Hotel Bali Beach, Landasan Pacu Airport Tuban dan juga pendirian Universitas Marhaen ( d/h Marhaen ) pada 1962.

Saat ini, semua keturunan beliau berkiprah untuk membangun Museum Bung Karno diseluruh Bali.”ungkap AWK. Saat ini, telah berdiri sejumlah monumen Sukarnois yang dibangun oleh pihak Puri Tegeh Kori yakni Museum Agung Bung Karno, Perpustakaan Agung Bung Karno, Taman Proklamasi, Gedung Trisakti, Gedung Pancasila dan kini dalam progres Museum Agung Pancasila dan semuanya ada di Niti Mandala Renon.

Sedangkan Museum yang sudah dibangun diluar Denpasar yakni Memorial Library Of President Sukarno di Twin Tower Jembrana dan dalam proses Museum PNI di Jembrana. Sedangkan di Tampaksiring Gianyar sudah berdiri The Sukarno Center Tampaksiring. “Ini kerja luar biasa, tidak banyak orang yang mau memperhatikan sejarah. Salut luar biasa pada Senator Arya Wedakarna dan juga keluarga yang sudah menjaga warisan sejarah bangsan Indonesia.  “ungkap ( Ketua Pengadilan Tinggi Bali )