24 Oktober 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Demi Pariwisata, AWK Minta Bali Jadi Tujuan Utama Vaksin COVID – 19

BALI BERDAULAT – Dr Arya Wedakarna (Wakil Ketua Pimpinan Kelompok MPR RI) bersama Direktur Utama PT Biofarma di Pasteur Bandung dan saat diterima manajemen Kimia Farma di Klinik HD Bandung Jawa Barat.
Senator RI temui Dirut BIOFARMA dan Komisaris KIMIA FARMA Bandung

Berita baik didapat dari Pasteur Bandung Jawa Barat, yakni tinggal selangkah lagi Indonesia akan menjadi negara produsen vaksin Covid – 19 salah satu yang terbesar di dunia. Kita patut berbangga bahwa Biofarma yang merupakan BUMN milik bangsa saat ini sedang bekerja keras untuk memenuhi target untuk tidak saja menyelamatkan nyawa warga Indonesia, tapi juga untuk dunia.

Diterima langsung oleh Honesti Basyir (Direktur Utama PT Biofarma) yang didampingi IGN Suharta Wijaya (Board Of Executive Keuangan dan Mitra Bisnis PT Biofarma), Senator DPD RI, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III mendapatkan paparan langsung terkait sinergi BUMN ini dengan negara sahabat untuk memproduksi Vaksin, dan selain itu juga disampaikan tentang kinerja BUMN serta kontribusinya untuk negara, termasuk adanya rencana pembangunan pabrik baru. Terkait rencana produksi vaksin untuk kebutuhan 267 juta warga Indonesia, Senator Arya Wedakarna yang juga anggota Komite I Bidang Hukum DPD RI menyampaikan sejumlah nasihat, termasuk dengan status sertifikasi halal untuk vaksin yang dikerjasamakan dengan China ini.

“Astungkare, kami dari DPD RI sesuai dengan fungsi pengawasan secara UU, kami menyampaikan pandangan dan juga sejumlah masukan yang intinya agar perjalanan vaksin Covid 19 ini bisa sukses hingga sampai di tangan masyarakat. Intinya jangan gaduh, karena ekonomi bangsa sangat tergantung dengan vaksin ini, disini nama baik pemerintah sangan dipertaruhkan. Jadi kita bersyukur, sudah memiliki Bio Farma yang merupakan bagian BUMN dan apalagi sedang melaksanakan rangkaian uji tuntas (due diligence) dari koalisi untuk Inovasi Persiapan Epidemi (CEPI) di Oslo Norwegia. “Ungkap Senator AWK yang juga Panitia Perancang Undang – Undang (PPUU) ini. Mengutip pernyataan Kemenlu RI bahwa Biofarma berhasil masuk dalam shorlist manufaktur vaksin dunia, dan selain itu Indonesia telah menekan komitmen pembelian Vaksin Covid 19 denga China, Korea Selatan dan Uni Emirat Arab (UEA).

“Kita juga sudah menerima informasi bahwa menurut data Menlu, Indonesia aka memperoleh 20 hingga 30 juta dosis Vaksin ditahun 2020 dan sekitar 290 hingga 340 juta vaksin pada 2021. Dan kita tentu akan mengawal dan meyakinkan pemerintah pusat bahwa Bali agar jadi tempat prioritas untuk vaksinasi massal dari seluruh wilayah Indonesia.

Bali harus paling awal, karena kami perlu meyakinkan dunia bahwa pariwisata Bali sudah aman dengan adanya vaksin. Ini tugas parlemen di Senayan untuk menjaga bali sebagai prioritas. Ini bagian dari Satyagraha Bali Berdaulat “Ungkap AWK yang juga Mantan Rektor Universitas mahendradatta ini. Selain berkunjung ke Bio Farma, Senator AWK juga sempat menijau Klinik Hemodealisis (HD) Kimia Farma dan juga mengadakan pertemuan dengan Manajemen RS Ginjal Habibie dalam rangka pembangunan Diabetic Center di Bali.

Dalam pertemuan didua tempat terpisah itu, Senator AWK juga mendapatkan informasi terkait dengan pelayanan pasien cuci darah (HD) di Bandung Jawa Barat termasuk juga terkait dengan tata kelolanya. (humas)