Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Gusti Arya Wedakarna Siap Bangun”Pesanggrahan” di Pelabuhan Ratu sebagai Simbol Persatuan Majapahit dan Padjajaran

NASIONALIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Sukarno Center ) saat di Istana Presiden ( Pesanggrahan ) Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa
Istana Presiden Pelabuhan Ratu wujud kecintaan Bung Karno pada leluhur

Masih dibulan kemerdekaan, petinggi The Sukarno Center Tampaksiring mengadakan kunjungan kerja ke Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa Barat. Dalam perjalananan tersebut, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III juga menyempatkan diri hadir di Istana Presiden di Pelabuhan Ratu Sukabumi yang dibangun oleh Bung Karno dan diterima oleh Kepala Rumah Tangga dari Sekretariat Negera RI ( Karumga ).

Ditemui disela – sela kunjungan kerja, Gusti Wedakarna menyatakan bahwa tidak banyak rakyat Indonesia yang mengenal Istana Kepresidenan RI di Pelabuhan Ratu, dan jika digali bahwa banyak historis dan makna dari tujuan pembangunan Istana ini. “Dari cerita banyak saksi sejarah termasuk tokoh – tokoh PNI, bahwa Istana Presiden Pelabuhan Ratu atau yang lebih sering dikenal sebagai Pesanggrahan ini dibangun untuk melengkapi sejumlah landmark kebangsaan, seperti pembangunan Hotel Samudra Beach di Pelabuhan Ratu yang dibangun dengan pampasan dana perang Jepang.

Hampir bersamaan juga dengan Bali Beach di Bali dan sama sama memiliki kesamaan yakni adanya Kamar Suci yang diperuntukkan kepada Gusti Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan sebagai leluhur dibumi Pasundan. Ini hebatnya Bung Karno yang selalu hormat pada leluhur dan percaya kepada leluhur. Mungkin karena Bung Karno beribukan seorang wanita Hindu Bali, jadi sangat dekat dengan kultur kejawen. Dan saya harap Istana Presiden di Pelabuhan Ratu ini terus dipelihara dan diketahui sejarahnya. “ungkap Gusti Wedakarna.

Selain itu, terkait misi kebangsaan, Gusti Wedakarna melalui bendera The Sukarno Center akan membangun sebuah Pesanggrahan / Istana di Pelabuhan Ratu dengan tujuan melekatkan budaya Majapahit dan budaya Padjajaran / Sunda. “Ya benar, atas doa restu Kanjeng Ibu Sukmawati Sukarno Putri, kami dari The Sukarno Center Tampaksiring akan membangun sebuah pesanggrahan ( istana ) di Pelabuhan Ratu. Astungkara semua urusan teknis sudah selesai.

Kita rencanakan 2021 sudah dimulai program ini, semua biaya datang dari duwe Puri Tegeh Kori Badung dan tidak memakai APBD/ APBN. Astungkara nanti akan menjadi pusat sejarah juga. Kami mohon doa restu. “ungkap Gusti Wedakarna. Lalu apa ada upaya rekonsiliasi secara kultur antara budaya Majapahit dan budaya Padjajaran ( Sunda ) ? “Oh jelas. Dari pandangan saya, jika budaya Jawa, budaya Sunda ini bisa bersatu dan bersinergi, maka akan memunculkan kekuatan Dahsyat. Dulu kan satu – satunya wilayah di Nusantara yang paling sulit ditaklukan kan Padjajaran,s ehingga muncul namanya perang Bubat.

Dan ini juga menyambung kegiatan yang diadakan oleh The Sukarno Center pada tahun 2012 yang telah mengadakan acara Guru Piduka Agung bersama Trah Padjajaran dan Trah Majapahit di Trowulan Jawa Timur yang dihadiri oleh Forum Raja Sultan Nusantara serta disaksikan oleh Kanjeng Ibu Sukmawati Sukarno Putri dan Wakil Bupati Mojokerto.

Kemudian pada 2013 dilanjutkan dengan upacara di Candi Cangkuang yang dihadiri oleh Cucu Bung Karno yakni Bung Rommy Sukarno (Putra Ibu Rachmawati Sukarno ) yang mana dalam acara ritual terkait dengan penyatuan leluhur Majapahit dan Padjajaran dan tak lama kemudian Presiden SBY dan Presiden Jokowi hadir di Istana Mancawarna Tampaksiring. Dan 2021 ini akan jadi pamukaning gapuro kalau ada warih Bali bisa membangun Istana di Pelabuhan Ratu. Sekali lagi semua untuk leluhur Nusantara.”ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Hindu Center Of Indonesia. ( humas )