Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Senator AWK Reses di SPN Polda Bali dan Kodim 1609/Buleleng

KUNJUNGAN – Dr. Arya Wedakarna ( Wakil Pimpinan Ketua Kelompok DPD di MPR RI ) Bersama Kepala Sekolah Polisi Nasional ( SPN ) Polda Bali dan Dandim 1609 Buleleng.
KUNJUNGAN – Dr. Arya Wedakarna ( Wakil Pimpinan Ketua Kelompok DPD di MPR RI ) Bersama Kepala Sekolah Polisi Nasional ( SPN ) Polda Bali dan Dandim 1609 Buleleng.

Komite I Bidang Hukum, Politik, Pemerintahan dan Keamanan DPD RI utusan Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III melakukan kunjungan kerja ke dua institusi strategis di Utara Bali yakni Sekolah Polisi Negara ( SPN ) Singaraja dan Kodim 1609/Buleleng.

Dalam kunjungan tersebut, DPD RI melakukan fungsi pengawasan terhadap UU dan menginvetaris sejumlah usulan yang akan disampaikan kepada pemerintah pusat, dalam hal ini Kapolri, Panglima TNI, Menteri Pertahanan serta Kementrian Polhukam RI di Jakarta. Dalam kunjungan di SPN Singaraha, Dr. Arya Wedakarna langsung diterima oleh Kombes Pol Drs. I Nengah Subagia ( Kepala SPN ) beserta jajaran, dan mendapatkan briefing laporan langsung terkait eksistensi dari SPN Singaraja yang dimana pada tahun 2019 – 2020 SPN ini menjadi yang “ Terbaik “ baik dari “Fasilitas Didik” dan juga “Hasil Didik” serta SPN ini menjadi prototipe nasional sehingga bisa membanggakan Bali.

Namun sejumlah kendala dihadapi oleh SPN baik dari infrastruktur dan juga pembelajaran tatap muka bagi calon polisi yang terganggu akibat Pandemi. Dan maka dari itu Senator Arya Wedakarna ( AWK ) akan menidaklanjuti. “Komite I DPD RI Bidang Hukum akan menyurati Kapolri, agar pendidikan SPN diseluruh Indonesia untuk segera dibuka secara tatap muka.

Saya kira kedepan, SPN jangan mengikuti standar pola pendidikan sipil yang ada kelas online, apalagi SPN ini semua calon polisi ditempatkan dimess, jumlahnya terbatas dan pengawasan ketat. Saya meyakini Ilmu Kepolisian ini harus ada pendidikan karakter dan pembentukan karakter secara langsung, tidak bisa sekedar daring.

Yang perlu saya perhatikan adalah angkatan 2020 dan angkatan 2021. Tidak saja untuk Bali, tapi untuk seluruh Indonesia. Dan terkait masalah kekurangan infrastruktur seperti perbaikan barak siswa, mess pendidik, pembentukan Polsek Pelatihan, lampu penerangan Lapangan serta Genset kapasitas lebih besar, akan kami tindaklanjuti.

Kita dukung agar SPN Singaraja tetap menjadi yang terbaik di Indonesia. “ungkap Gusti Wedakarna. Hal senada ia sampaikan saat AWK menyambangi Letkol Inf. TNI AD Muhammad Windra Lisrianto, SE.,M.I.K. ( Dandim 1609/Buleleng ) yang dimana Senator AWK mengaprediasi bahwa peran TNI AD di Buleleng ikut melaksanakan pengamanan wilayah terkait Pandemi Covid, termasuk membubarkan sejumlah aksi Tajen di Buleleng denga langsung melaksanakan Rapid Antigen di TKP. “Saya senang dengan kepemimpinan Dandim muda Buleleng ini, beliau sangat aktif.

Tindakan pembubaran Tajen di Buleleng perlu dilakukan agar tidak menimbulkan klaster baru. Jika ada unsur pidana, silahkan dilaporkan kek Polri. Tapi TNI sudah menjaga Buleleng dengan baikl dan saya menganggap bahwa Covid ini perlu disikapi dengan karakter menghadapi perang. Lanjutkan Dandim, dan ini akan jadi laporan baik kami ke Panglima TNI.”ungklap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center ini. Dalam kesempatan itu AWK juga menyampaikan sejumlah kebijakan negara terkait pembubaran HTI dan FPI, waspada radikalisme di Buleleng dan juga kantong – kantong dititik Buleleng yang berpotensi menghasilkan gerakan radikalisme. ( humas )