23 September 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Tegeh Kori Rancang Krematorium sekaligus Deklarasi Persaudaraan bersama Trah Ki Angluran Jelantik

NASIONALIS – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( President The Sukarno Center ) saat di Istana Presiden ( Pesanggrahan ) Pelabuhan Ratu Sukabumi Jawa
Pesamuan Agung IX dihadiri Raja Puri Klungkung dan Raja Puri Tabanan

Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori ( PANDBTK ) kembali menggelar Pesamuan Agung Ke-IX pada (9/9) yang digelar di Gedung Pertemuan DPRD Badung di Mangupura Badung. Acara ini merupakan lanjutan dari Rapat Pra – Pesamuan Agung yang dihelat pada (6/9) di Gedung DPD RI Provinsi Bali.  

Acara yang dihadiri oleh Asisten I Pemprov Bali, Kepala Dinas Kebudayaan Kab. Badung, Ketua DPRD Kabupaten Badung ini juga dihadiri oleh Tedung Semeton, Raja Puri Agung Klungkung yakni Ida Dalem Semara Putra serta Raja Puri Agung Tabanan Ida Cokorda Anglurah Tabanan.

Adapun tujuan dari kegiatan Pesamuan Agung ini adalah untuk menentukan jalannya program Pasemetonan Agung, yang mana dalam sejarahnya tercatat didirikan pada 9 September 2009 ( 9-9-9 ) melalui Mahasabha Agung I di Kertagosa Klungkung. Dalam kesempatan itu, Ida Dalem Semara Putra memberikan pidato kehormatan, yang mana kehadiran Raja Puri Agung Klungkung itu adalah sebagai pengayom dari warih Tegeh Kori yang dalam sejarahnya adalah putra dari Raja Bali, Sri Aji Kresna Kepakisan.

Ida Dalem juga berpesan agar persatuan wangsa Bali harus diprioritaskan, dan agar seluruh pratisentana dapat menjaga sesana. Terkait hal itu, Ketua Umum PANDBTK, Brigjen Pol ( Purn ) Njoman Gede Suweta juga menyampaikan terimakasihnya atas dukungan Guru Wisesa termasuk Tedung Semeton akan terlaksanakanya Pesamuan Agung dengan lancar. “Dapat kami sampaikan bahwa organisasi PANDBTK telah terdaftar di Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Nomer : AHU-007047.AH.01.07 Tahun 2020 per-tanggal 2 September 2020. Ini berarti Tegeh Kori sudah memiliki badan hukum yang sah di Republik Indonesia.

Dan selanjutnya program kerja Pengurus Pusat akan tetap berjalan seperti biasa, walau terdapat keadaan seperti Pandemi ini. Salah satu program kami adalah mendirikan Krematorium dan Rumah Duka diatas duwe pura kawitan ring Tonja Denpasar. “ungkap Suweta yang mantan Wakapolda Bali ini. Selanjutnya, acara Pesamuan juga diisi dengan penyerahan Keris Tegeh Kori dan juga Prasasti Persaudaraan Tegeh Kori kepada Ketua Umum Pengurus Pusat Pasemetonan Dharma Putra Mahottama Ki Anglurah Jelantik yang diterima langsung oleh I Gusti Ngurah Wira Budiasa Jelantik,SH ( Ketua Umum ) dihadapan Ida Dalem dan Raja Tabanan.

Prasasti Persaudaraan ini dibaca oleh Sekjen PANDBTK yakni Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III dan penyerahan Keris dilaksanakan oleh Ketua Umum PANBTK. “Sekedar mengingatkan bahwa sebelumnya pada tahun 2017, Tegeh Kori telah mendeklarasikan persaudaraan dengan Pasemetonan Maha Semaya Warga Pande dan Pasemetonan Ksatrianing Dalem Amangku Bumi Shri Arya Sentong dilanjutkan pada tahun 2019 dideklarasikan persaudaraan dengan Semeton Arya Kanuruhan dan kini bersama dengan Semeton Jelantik. Ini adalah bukti bahwa Tegeh Kori memberikan teladan kebersatuan bagi Bali. Semua demi menghormati leluhur kami, Ida Betara Raja Badung Kapertama, I Gusti Tegeh Kori. “pungkas Shri Gusti Arya Wedakarna ( humas )