24 Oktober 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

AWK Adakan Rakor dengan MENKOPOLHUKAM Terkait Program Vital Jokowi

BALI BERDAULAT – Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Panglima TNI dan Saat Bersama Dandim 1623 / Karangasem
Wedakarna dukung negara agresif hadapi sel radikal dimasa pandemi

Komite I Bidang Hukum dan Keamanan Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III telah mendapatkan penjelasan dari Menteri Koordinator Polhukam RI saat rapat kerja beberapa waktu lalu, bahwa justru dimasa Pandemi Covid 2019 sejak Maret 2020, tidak adanya penurunan dari gerakan radikalisme di Indonesia dan justru bahaya terorisme ini tetap mengintai Indonesia, apalagi jika dihubungkan dengan konstelasi tahun politik 2020 yang sangat rentan disusupi oleh oknum anti Pancasila. Dan terkait itulah, Senator Arya Wedakarna menyampaikan dukungan penuh kepada TNI / Polri untuk bisa secara maksimal dalam mengantisipasi gerakan radikalisme yang akhirnya berujung teror.

Ditemui disela – sela kunjungan kerja, Senator AWK menyatakan bahwa Bali sangat berkepentingan akan isu radikalisme, mengingat Bali yang dimana mayoritas penduduknya beragama Hindu pernah menjadi korban Bom Bali I 2002 dan Bom Bali II 2005. Tugas saya untuk terus mengingatkan anak – anak muda Bali bahwa Bali pernah dikhianati, termasuk peran dari local boy. Anak muda Bali harus ingat ajaran Bung Karno yakni Jas Merah, Jangan Sesekali Meninggalkan Sejarah dan jangan pernah lupakan Bom Bali.

Secara geopolitik dunia, kejadian WTC di AS dan Bom Bali adalah pemicu perang terhadap terorisme global. Dan tentu ini sudah kehendak Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Maka dari itu peran negara khususnya kami selaku wakil rakyat di Senayan untuk terus mendukung TNI / Polri dalam hal kontra terorisme, termasuk masalah anggaran dan juga kesejahteraan prajurit. “ungkap Gusti Wedakarna yang dikenal sebagai Senator yang paling getol menyuareakan dan  mendukung dimasukkannya TNI dalam UU Pemberantasan Terorisme yang pada tahun 2018.

Selain itu pihak AWK tetap berkeyakinan bahwa Bali masih menjadi penghalang dari berdirinya negara agama atau Khilafah, mengingat betapa besarnya peran Bali tidak saja di Indonesia tapi didunia. “Saya meminta kepada warga Bali untuk waspada, jangan sampai diwilayah desa adat disusupi oleh kaum pendatang ( tamiu ) yang berniat buruk terhadap Bali. Kita belajar bagaimana dizaman Orde Baru, pura Besakih juga hampir  di Bom oleh teroris dan juga awal reformasi juga terjadi hal yang sama. Dan semakin kesini kita semakin khawatir dengan gerakan radikalisme yang kini berjubah partai politik, gerakan ekonomi dan juga masuk keranah pendidikan.

Dan kita berkeyakinan hanya diera Presiden Joko Widodo semua ini bisa terkikis. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga anggota Komite I Bidang hukum DPD RI ini. Dan terkait dengan kunjungan ke Kodim IX Karangasem, Senator AWK menyampaikan sekilas tentang kunjungan kerja DPD RI yakni terkait dengan sejumlah hal diantaranya menyampaikan informasi dari program negara dan juga terkait dengan pengamanan sejumlah proyek strategis Jokowi di Bali diantaranya mendukung Bali Baru yakni Mandalika NTB dan Labuan Bajo NTT. “Bali ini nasionalis,  kita suppot NTB dan NTT sebagai sebuah kesatuan. Dan untuk membangun NTB dan NTT, pelu banyak logistik dari Jawa yang mau tidak mau akan melalui pelabuhan Padang Bai Karangasem.

Dan tentu pembangunan dermaga 3 ini akan terus diupayakan oleh negara termasuk aset pelabuhan yang harusnya dikuasai oleh negara. Kita kawal terus. Semua demi Nusa Penida dan Sunda Kecil ( NTB, NTT, NTB ). “ungkap AWK yang Wakil Ketua Kelompok DPD di MPR RI. ( humas )