Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

AWK Siap Rekomendasikan Pencopotan Pimpinan Bank BUMN BALI jika Tidak Adil dalam Hal Berikut

BALI BERDAULAT – Senator Dr. Arya Wedakarna bersama Bagian Kredit BNI dan Bank Mandiri serta calon pengusaha muda Bali di Kantor DPD RI Bali
Ratusan peserta ikuti sosialisasi KUR MANDIRI - BNI di DPD

Rakyat Bali tidak banyak yang tahu bahwa sesungguhnya dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat ( KUR ) ada yang jauh lebih penting daripada serapan kuota KUR, yakni “sebaran profile penerima KUR”. Hal ini menjadi evaluasi dari Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III selaku Komite I Bidang Hukum utusan Bali saat melihat kinerja Bank penyalur KUR di Bali khususnya Bank BUMN. Dan penekanan pada penyebaran KUR ini disampaikan oleh Arya Wedakarna ( AWK ) saat sosialisasi KUR yang digagas oleh Kantor DPD RI B65 bersama BNI dan Bank Mandiri yang dihadiri oleh ratusan pengusaha muda Bali. Dengan acara ini AWK berharap agar dana KUR yang dimana Bali menargetkan Rp 9 Trilyun untuk 2020 ini bisa terealisasi. “Selama ini dari evaluasi kami bahwa KUR  di Bali tidak terlalu sukses untuk profile sebaran nasabah.

Kesannya Bank BUMN hanya menumpuk begitu saja para penerima KUR. Padahal pemerintah Joko Widodo termasuk wakil rakyat Bali di Senayan selalu meminta agar Bali diperhatikan dengan jatah dana KUR yang kita harap terus meningkat. Tapi begitu kuota itu tersedia, justru masalah itu muncul di Bank – Bank BUMN di Bali. Bank – bank di Bali ini agak malas gerak, tidak mau aktif mencari debitur baru, dan lebih banyak pasif. Ditambah lagi dengan analis dari Bank BUMN di Bali sangat kaku terhadap pengajuan kredit orang Bali, ini yang menyebabkan rakyat Bali yang Pro Jokowi tidak maksimal mendapat pelayanan.

Maka dari itu, saya akan periksa data sebaran rakyat Bali yang menerima KUR diawal Januari 2020, jika sampai stagnan seperti tahun lalu, saya sendiri yang merekomendasikan pencopotan pejabat Bank BUMN di Bali yang dianggap tidak pro terhadap Bali, Bali butuh pejabat yang pro terhadap rakyat Bali. Presiden harus tahu, OJK harus tahu, BI harus tahu, para Dirut dan Komisaris Bank BUM harus tahu kinerja anak buahnya di Bali dan tugas saya selaku wakil rakyat yang akan memberi tahu. Kita beri kesempatan sampai akhir Desember 2020. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Panitia Perancang UU DPD RI. Iapun menyampaikan bahwa banyak rakyat Bali terkendala dan sulit mendapatkan Kredit hanya karena ada rakyat yang memiliki kredit ringan seperti cicilan motor, mobil atau perumahan. “Tanpa bermaksud moral hazard, saya menyampaikan kepada OJK dan pimpinan Bank di Bali, bahwa tidak elok menjustifikasi rakyat Bali yang sangat terdampak Pandemi ini dengan BI Checking yang sebenarnya bisa dipertimbangkan. Rata – rata anak muda di Bali semua memiliki cicilan sepeda motor misalnya, dan jangan jadikan alasan untuk menggagalkan kredit mereka.

Sebelum Pandemi, tingkat kesejahteraan rakyat Bali sudah diatas rata – rata nasional, dan itu jadi pertimbangan. Disinilah letak kaum analis diperbankan untuk memperhatikan hal ini. Harusnya beri kesempatan pada orang Bali untuk menerima KUR, toh alamat, dadia, banjarnya jelas semua. Apalagi saya yakin orang Bali sangat jujur dan patuh. Pihak bank janghan diskriminasi SARA, terhadap pendatang mudah mencairkan KUR tapi masyarakat adat di Bali justru dipersulit.  Dan saya ingatkan juga kepada semeton Bali yang saat ini bekerja di Bank, jangan sombong. Bantu dan perjuangkan orang – orang Bali untuk bisa mendapatkan KUR, perkuat toleransi terhadap semeton. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga pemenang Pemilu Mutlak di Bali di 2019 lalu ini. ( humas )