23 Oktober 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

The Sukarno Center Gelar Jamuan Rayakan Hari Ultah Sukmawati ke 69 di Istana Mancawarna

Ultah Sukmawati ke 69
Sukmawati Sukarno menginap di istana Kepresidenan RI Tampaksiring

Sukmawati Sukarno Putri ( Ketua Umum DPP PNI Marhaenisme  dan Dewan Pembina The Sukarno Center Tampaksiring ) hadir selama 4 hari di Bali untuk sejumlah agenda keluarga. Sukmawati yang ditemani oleh putra, Muhammad Perwira Utama dan kerabat, menginap di Istana Kepresidenan RI Tampaksiring dan dijamu oleh Kepala Rumah Tangga Istana ( Karumga ). Tampak menemani rombongan keluarga Presiden Sukarno yakni Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Senator DPD RI asal Bali sekaligus President The Sukarno Center), Shri I Gusti Ngurah Wira Wedawitry WS,S.Sos,SH,MH ( Ketua Umum Universitas Mahendradatta ) dan Shri I Gusti Ngurah Bhisma Vedanta Wisvakarma WS IV ( Yayasan Perpustakaan Bung Karno )  Selama di Tampaksiring, Sukmawati menyempatkan diri melakukan persembahyangan dan doa di Pura Tirta Empul Tampaksiring, sekaligus bernostagia mengelilingi Istana Kepresidenan RI yang dibangun oleh Bung Karno. Istimewanya, untuk pertamakalinya Sukmawati Sukarno merayakan hari ulang tahun ke-69  yang jatuh pada 26 Oktober di The Sukarno Center ( Istana Mancawarna ).

Dalam perayaan yang dikemas dalam jamuan makan malam istana tersebut, diundang sejumlah kerabat dan tamu secara terbatas, diantaranya Mas Sumantri ( Bupati Karangasem ), Mr Manohar Puri ( Direktur Swami Vivekananda Cultural Center ), Hakim Soebandi ( Ketua Pengadilan Negeri Denpasar ), Ida Made Alit ( Tokoh Griya Budakeling Karangasem ), Made Ada ( Maestro Patung asal Tegalalang ), Oka Darmawan ( Tokoh Seni Sebatu ), Ms.Sonia Kaur ( Asosiasi Semeton Bali India ), AA Rama Pujawan Dalem ( Puri Peliatan Ubud ), Enong Ismail ( Keluarga Wakil Presiden RI Try Sutrisno ) Pandith Ramesh Shastry ( Balinese Indina Friendship Association ), Widi Adnyana ( Ketua Umum Koperasi Sukla Satyagraha ), Made Oka Wijaya ( Ketua Umum Koperasi Arak Semeton Bali ), dan sejumlah organisasi seperti Garda Bali, Gerakan Pemuda Marhaen ( GPM ), Cakra Bhuwana, Pro AWK dan Trisakti Bali, juga sejumlah tamu undangan lainnya.  

Selain ceremoni pemotongan tumpeng Majapahit serta sulang bersama, juga diturunkan Tari Bedoyo Segoro Kidul yang ditarikan untuk menghormati kehadiran Kanjeng Ibu Sukmawati Sukarno yang dimana pada tahun 2011, Sukmawati Sukarno mendapatkan gelar “Ratu Tribhuwana Uttungga Dewi” dari Ida Pedanda Nabe Wayahan Bun ( Griya Sanur Pejeng Tampaksiring ). Tarian Bedoyo Segoro kidul ini sendiri digagas oleh Shri Gusti Wedakarna sebagai penghormatan terhadap Gusti Kanjeng Ratu Dewi Pantai Selatan ( leluhur Padjajaran Hindu ). Kegembiraan pun dirasakakn oleh keluarga besar The Sukarno Center, dan berharap agar Ibu Sukmawati Sukarno mendapatkan berkah serta anugrah kepanjangumuran dari Tuhan Yang Maha Esa, sebagaimana sambutan dari Dr Arya Wedakarna ( AWK ).

“Saya ini putra ideologis dari Sukmawati Sukarno, dan doa kami setiap hari selalu memohon agar putra – putri Bung Karno, serta keturunan beliau diberkati dengan kesehatan dan panjang umur. Kenapa sampai saat ini dan dimasa depan kita tergantung dengan kepemimpinan keluarga Bung Karno ? karena hanya keluarga Bung Karno lah yang konsisten menjaga minoritas dan pembela Pancasila. Jadi tanpa keluarga Bung Karno, Indonesia tidak akan sama lagi. Dan Bali sangat berkepentingan dengan figur Sukarnois.”ungkap AWK yang juga Wakil Ketua Pimpinan Kelompok MPR RI. Kehadiran Ibu Sukmawati Sukarno juga dalam rangka dukungan The Sukarno Center akan sejumlah program Presiden Joko Widodo di Bali. ( humas )