Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Temui Anak Muda Islam NU, AWK Dukung Gerakan NUisme untuk Jaga Bangsa

BALI BERDAULAT – Senator RI, Dr Arya Wedakarna bersama Dandim Badung, Wakapoltabes Denpasar, Penglingsir Puri Agung Pemecutan, Penglingsir Puri Gerenceng ( atas ) dan AWK bersama generasi muda NU
Senator RI hadiri festival pecut di Puri Gerenceng

Puri Gerenceng Denpasar mengadakan kegiatan Festival Pecut dalam rangka mengingat kepahlawanan dari leluhur Raja Badung pertama termasuk menghidupkan kembali tradisi puri terutama bagaimana peran senjata “pecut” dalam perjuangan para leluhur Bali. Acara yang dihadiri oleh Senator DPD RI Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ini juga dihadiri oleh Dandim 1611 Badung, Kolonel Infantri TNI AD, Made Alit Yudana dan juga AKBP I Wayan Jiartana ( Wakapolresta Denpasar ). Tamu undangan disambut oleh AA Ngurah Putra Darmanuraga ( Penglingsir Puri Pemecutan ) dan juga AA Ngurah Agung,SE ( Penglingsir Puri Gerenceng yang juga Ketua Forum Persaudaraan Hindu Muslim Bali ). Tampak juga seniman serta atlet dari sejumlah kalangan termasuk kesenian Reog Ponorogo dari Jawa Timur, dan juga tokoh anak – anak muda Muslim khususnya dari NU.

Dalam kesempatan itu, AA Ngurah Agung meminta perhatian kepada pemerintah di Bali khususnya Kota Denpasar untuk dapat melanjutkan pemeliharaan Patung Raja Badung yakni Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan X ( Patung Ksatria Mahottama ). Patung ini terletak dikawasan Catur Muka yang dibangun untuk menghormati kepahlawanan leluhur. Terhadap hal ini, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) menyampaikan dukungannya agar kedepan siapapun leluhur dan pahlawan Bali harus dihargai sesuai dengan swadharmanya. “Perbedaan versi sejarah akan hilang dengan sendirinya jika ada kemauan untuk melihat persamaan, kebaikan dan juga menghargai jasa para leluhur.

Bagi saya, setiap puri berhak memiliki versi sejarahnya sendiri dan itu wajar, tapi yang lebih penting bagaimana kita melihat sisi positif dari perjuangan para pahlawan. Dan kedepan anak muda Bali harus  lebih mengenal kefiguran Ida Cokorda Ngurah Gede Pemecutan X. Beliau berjasa untuk Badung dan Bali secara umum. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga penglingsir dari Pasemetonan Agung Nararya Dalem Benculuk Tegeh Kori ( PANDBTK ) ini. Dan terkait acara Festival Pecut, AWK berharap agar acara ini masuk dalam calender of event Kota Denpasar dan bisa dianggarkan dari APBD. “Saya perhatikan di Festival Pecut ini cukup baik dalam kemasan. Ada persatuan dan persaudaraan juga antar suku dan agama. Ini bagus dan nanti kita usulkan agar menjadi calender of event.

Saya harap ini diperhatikan oleh Walikota terpilih. “ungkap AWK yang juga panitia perancang undang – undang DPD RI. Ditempat yang sama, Senator AWK juga menerima cinderamata dari Generasi Muda Islam NU yang hadir, dan AWK menyatakan dukungannya terhadap eksistensi NU sebagai salah satu komponen penting dalam menjaga kebhinnekaan. “Saya percaya bahwa NU sebagai organisasi keumatan Islam terbesar di NKRI akan selaras dengan perjuangan umat Hindu Indonesia. Kita punya banyak kesamaan, khususnya dalam hal melestarikan kebudayaan. Saya dukung program NUisme dan turut berbahagia juga dengan terpilihnya Menteri Agama RI dari generasi muda NU. Ini sinyal, Presiden Jokowi yang konsisten terhadap kaderisasi.”pungkas AWK, pemenang pemilu mutlak dengan 742.781 suara di Bali ini.