24 Oktober 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

AWK Apresiasi Klian Adat Belok Sidan Petang Bantu Masalah CAPIL Warga

AWK Apresiasi Klian Adat Belok Sidan Petang Bantu Masalah CAPIL Warga
DPD RI bersama Bendesa Adat Sesetan sinergi mediasi masalah warga

Diawal tahun 2021, Komite I Bidang Hukum Anggota DPD RI B.65 Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedastraputra Suyasa III, SE., (M.Tru), M.Si yang kerap disapa AWK menerima aspirasi masyarakat atas nama I Putu Ari Wirawan terkait dengan Pengurusan Administrasi Kependudukan di Desa Belok Sidan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung.

Sesuai dengan tugas, fungsi, dan peran DPD RI AWK menindaklanjuti aspirasi tersebut dengan mengadakan  Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Badung yang didampingi oleh Putu Sartika Sukmadewi, SH dan Putu Widya Astari, SH selaku Staff Bidang Hukum Anggota DPD RI B.65, rapat dihadiri oleh Drs. Anak Agung Ngurah Arimbawa (Kepala Disdukcapil Baudng), I Wayan Bhaskara (Kabid. Pelayanan Disdukcapil Badung), Putu Yudi Atmika (Kabid. Akta Disdukcapil), seluruh prajuru dan klian dinas Desa Belok Sidan, dan tak lupa hadir pula I Putu Ari Wirawan bersama isteri sebagai pelapor.

Rapat dipimpin langsung oleh AWK, dan dalam rapat AWK memberikan kesempatan bicara secara seimbang kepada seluruh peserta rapat dan meminta pandangan dari pejabat Disdukcapil Badung yang hadiri, dalam rangka untuk mengetahui kronologi permasalahan, mencari tahu dimana letak kendala dari pengurusan administrasi kependudukan, serta mencari solusi, yang kemudian di rumuskan dalam Surat Rekomendasi Resmi DPD RI B.65 Nomor 01102019/169–B.65/DPD-MPR RI/Bali/III/2021.

Dalam hal ini AWK merekomendasi beberapa hal diantaranya : 1) Kepala Kadis Disdukcapil Kabupaten Badung untuk tetap mengayomi masyarakat Badung, khususnya wilayah Badung Utara agar mendapatkan hak pelayanan administrasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan; 2) Terkait dengan pengaduan yang telah masuk ke DPD RI B.65 untuk dapat diproses penerbitan Akta Perkawinan beserta Kartu Keluarga; 3) Kepala Desa Belok Sidan beserta jajaran diharapkan dapat melakukan evaluasi sistem pelayanan administrasi kependudukan dengan lebih mengedepankan edukasi terhadap masyarakat di Desa Belok Sidan.

Dalam rangka penertiban administrasi kependudukan di Kabupaten Badung, AWK menerima informasi bahwa Disdukcapil Badung memiliki mekanisme “Jemput Bola” ke pelosok desa-desa, khususnya wilayah Badung Utara. Tentunya AWK sangat mengapresiasi adanya mekanisme tersebut “Saya sangat mendukung dan mengapresiasi kinerja dan upaya yang dilakukan Disdukcapil Badung dalam penertiban administrasi kependudukan dengan sisem “jemput bola” ke pelosok-pelosok desa sehingga masyarakat mendapat kepastian hukum terkait dengan status kependudukan mereka” ungkap AWK selaku Panitia Perancang Undang-Undang DPD RI.

Tak lama setelah RDP dilaksanakan, AWK menerima berita baik bahwa I Putu Ari Wirawan dan isteri saat ini telah memiliki Akta Perkawinan serta Kartu Keluarga, hal ini kemudian akan menjadi berita baik (success story) ke Pusat.

Ditempat terpisah, AWK juga melaksanakan RPD terkait permohonan memfasilitasi penyelesaian perselisihan keluarga di Sesetan atas dasar pengaduan Ni Putu Suryantini ke Kantor DPD RI Provinsi Bali di Jalan Cok Agung Trsena Nomor 74, Renon, Denpasar, di Kantor Kelurahan Sesetan yang diterima oleh I Nyoman Setiawan (Sekretaris Lurah Sesetan), Bedesa Adat Sesetan, Pihak Keluarga Ni Putu Suryatini (pelapor) dan Pihak Keluarga Alm. I Nyoman Suwerta (terlapor).

Terkait dengan permasalahan tersebut AWK memberikan nasihat dan masukan yakni : 1) Lurah Sesetan diharapkan untuk turut mengawal proses penyelesaian permasalahn keluarga, agar tidak terjadi kegaduhan dan dapat menciptakan keharmonisan di lingkungan masyarakat; 2) Bagi para pihak keluarga untuk Tidak memperpanjang permasalahan keluarga ke hadapan publik karna hal ini merupakan permasalahan pribadi, Menindaklanjuti surat pernyataan bhisama orangtua (penglingsir) agar kembali kerumah orang tua, serta tetap menjaga Nama Baik Desa Sesetan.