23 Oktober 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Senator RI Dukung Destinasi ITDC Nusa Dua Berbasis “Pandawa Journey”

BALI BERDAULAT – Anggota DPD RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya
AWK meninjau rencana revitalisasi kawasan Nusa Dua

Dalam masa reses, selaku peraih suara terbanyak pada Pemilu 2019 lalu, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna M Wedastraputra Suyasa III, SE., (M.Tru), M.Si yang kerap disapa AWK ini, melaksanakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait dengan sejumlah aspirasi tentang jalur surfer di Kantor ITDC Nusa Dua. RDP dilaksanakan bersama dengan I Gusti Ngurah Ardita (Managing Director The Nusa Dua) beserta Jajaran. Rapat membahas mengenai pencarian solusi bagi para surfer yang berkatifitas di pantai kawasan ITDC Nusa Dua, serta membahas mengenai pengembangan Pariwisata Bali di era new normal pasca pandemi covid-19.

Tak lupa dalam rapat, AWK mengucapkan terima kasih atas atensi manajemen ITDC terhadap aspirasi masyarakat yang telah diselesaikan dengan baik. Selain mencari solusi terkait aspirasi tentang jalur surfer,  kehadiran AWK ke ITDC disambut baik oleh Pimpinan ITDC, hal ini merupakan salah satu bentuk support serta perhatian AWK terhadap perkembangan pariwisata Bali yang mengalami penurunan drastis pasca pandemi, yang mana berdasarkan data CNBC Indonesia kondisi ekonomi Bali paling parah pasca pandemi covid-19 yakni mencapai minus 12% “Ekonomi Bali sangat terdampak dan bisa dikatakan paling parah diantara 32 Provinsi lainnya, dikarenakan ekomomi Bali yang bergantung pada sector Pariwisata.

Maka dari itu situasi dapat menjadi momentum untuk berbenah, sehingga pada saat Pariwisata Bali sudah di buka, pariwisata Bali dapat kembali bersaing di kancah Internasional” kata AWK selaku Wakil Pimpinan Kelompok DPD Di MPR RI. Ini bukan merupakan kunjungan kali pertama AWK, dahulu pada masa kepemimpinan Ir. Made Mandra (Dirut BTDC) mendirikan Patung Krisna Arjuna, dan bersama AWK saat itu pula memecahkan rekor Kitab Suci Bhagawad Gita Terbesar di Indonesia (Meraih Rekor MURI).

Sejak saat itu, AWK memiliki harapan besar kedepannya ITDC menjadi  pusat Pariwisata. Di tahun 2021, ikon Krisna Arjuna akan mengalami revitalisasi dengan tambahan unsur Branding Pandawa Journey, sehingga pada saat Nusa Dua ditentukan sebagai Zona Hijau, untuk bertama kalinya Pandawa Journery sudah siap dibuka dan menjadi pusat destinasi pilihan wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sebagai wujud nyata dukungan terhadap pertubuhan dan perkembangan Pariwisata di Bali, khususnya di wilayah ITDC, AWK merekomendasikan beberapa hal kepada Direktur Utama ITDC Nusa Dua diantaranya:

  1. Memberikan akses kepada masyarakat lokal setempat untuk dapat menikmati pantai yang ada, dengan tetap mentaati protokol kesehatan serta berkoordinasi dengan penguyuban surfer di lingkungan ITDC.
  2. Paguyuban transportasi yang berada di lingkungan ITDC untuk dapat mementingkan penduduk local.
  3. Kawasan Helipad di Peninsula untuk dapat dijadikan tempat wisata olahraga (sport tourism), seperti olahraga Skateboard.
  4. Mendukung Branding Nusa Dharma sebagai “Yoga Island” dengan melaksanakan kegiatan Yoga secara rutin setiap minggu, dengan puncak kegiatan pada tanggal 21 Juli 2021 yang bertepatan dengan Hari Yoga Internasional sesuai Resolusi PBB, serta membangun prasasti Resolusi PBB untuk Yoga.
  5. Dalam rangka mewujudkan pelayanan yang maksimal, kedepannya pihak ITDC dapat memberikan wawasan kepada petugas lapangan agar lebih ramah kepada wisatawan lokal dan nasional, mengingat penerimaan Security dilakukan oleh pihak ketiga (outsourcing) dengan mengedepankan wawasan Tri Hita Karana.
  6. Revitalisasi Landscape Pulau Nusa Gede dan Nusa Dharma, termasuk dengan mendirikan museum dibawah patung Krisna Arjuna.
  7. Membangun Gedung City Check In di Kawasan ITDC.
  8. Mendukung pembangunan Panggung Kecak Terbesar, dalam rangka mengakomodir objek wisata bagi wisatawan di lingkungan ITDC.
  9. Mengapresiasi Ranstra branding Nusa Dua yakni Pandawa Journey, dengan mendirikan Patung Tokoh Pandawa Yudistira dan seekor Anjing (Sang Hyang Dharma).
  10. Serta mendorong agar dikembalikannya nama BTDC untuk Bali.