Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

AWK Sebut Jaya Negara sebagai Tokoh PDI Perjuangan yang Paling Disegani di Bali

SATYAGRAHA BALI
Dua kekuatan politik Denpasar bertemu di kantor Walikota Denpasar.

Dua politisi ternama di Denpasar dan pemenang Pemilu Pilkada yakni Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III ( Senator DPD RI Utusan Bali ) dan I Gusti Ngurah Jaya Negara, SE ( Walikota Denpasar ) akhirnya bertemu resmi. Bertempat di Kantor Walikota Denpasar, selain untuk bersilaturahmi,  dua tokoh puri ini bertemu untuk membahas sejumlah hal, baik situasi politik nasional, kondisi kota Denpasar serta program sinergi antara pusat dan daerah.

Dalam kesempatan itu, Walikota Denpasar menyampaikan sejumlah visi untuk membangun Denpasar dalam periode kepemimpinan 2021 – 2024, termasuk bagaimana kekuatan UMKM di Denpasar mampu menopang ekonomi Denpasar selama Pandemi, khususnya optimism diawal tahun 2021.

Adapun sejumlah hal yang yang dibahas AWK dengan Walikota Denpasar diantaranya:

  1. Masalah Air Bersih di Kota Denpasar yang kerap melanda kota dimusim hujan. AWK berharap Kota bisa memperbaharui system dan teknologi PDAM walau kewenangan dibawah Provinsi Bali.
  2. Masalah limbah sablon dibeberapa tempat yang mencemari tanah dan air kota Denpasar.
  3. Penataan Kota Denpasar yang diharapkan tidak melulu menata Kawasan Gajah Madan dan Lumintang. AWK meminta tata kota Denpasar dimulai dari desa dan kota kecamatan. Diakui masih banyak daerah kumuh dipinggir – pinggir kota Denpasar.
  4. Mendukung detail SOP kepada warga pendatang di Denpasar untuk mengurus KTP dan dokumen kependudukan. AWK setuju, setiap proses setiap warga Denpasar harus matur ke Klian didesa adat, sehingga para pendatang di Denpasar memiliki rasa hormat pada petugas. UU Kependudukan tidak serta merta mengurangi nilai tata krama di Bali.
  5. Menertibkan kios bensin illegal semacam pertamini dan warung – warung berbau etnis tertentu di Kota Denpasar yang marak 24 jam dari sisi SOP dan perijinan.
  6. Dukungan akan pemberdayaan UMKM untuk diberdayakan khususnya diberikan kebijakan “takeaway”.
  7. Ide revitalisasi sejumlah pasar dan pasar burung di Denpasar.
  8. Dukungan program nasional untuk Denpasar baik Pelabuhan Sanur dan juga sejumlah rencana Presiden Jokowi di Denpasar.
  9. Rencana strategis untuk RUU Provinsi Bali yang diharap disahkan 2022. Terkait dengan kepemimpinan Jaya Negara – Arya Wibawa di Kota Denpasar, Arya Wedakarna ( AWK ) mengaku siap untuk membantu, mengamankan dan mendukung agar semua program pemkot berjalan dengan baik.

“Dalam pembicaraan dengan Kakanda Jaya Negara, saya menilai beliau sosok yang tegas dan berani ternyata. Bagi beliau jabatan bukan satu-satunya tujuan, tapi lebih kepada bagaimana membuat rakyat Denpasar  itu lebih sejahtera. Sebelum menjadi Walikota, JN kan hanya Wakil Walikota dan tentu harus maklum dengan segala kewenangan yang terbatas. Tapi saya melihat kini JN sudah mulai menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Sejumlah sikap tegas beliau, saya dukung. Denpasar pun ditriwulan pertama 2021 sudah memiliki pemasukan Rp 100 Milyar karena UMKM digiatkan. Dan Kota Denpasar Kembali berwibawa karena dipimpin seorang Ksatria. Intinya, saya ikut amankan, saya dukung beliau, dan beliau orang baik. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Panitia Perancang UU di DPD RI ini.

Terkait dengan kiprah politik Jaya Negara sebagai elit partai PDI  Perjuangan di Bali memiliki peran strategis untuk membantu Bali, terutama kedekatan JN dengan keluarga Bung Karno. “Kanda Jaya Negara dan Yunda IGA Bintang Puspayoga adalah keluarga besar Puri Satria yang sangat di Hormati. Saya bahkan menilai bahwa JN adalah tokoh PDIP yang paling didengar suaranya dipusat, termasuk yang sangat disegani. Untuk membuat orang segan itu kan sulit, dan Bali berkepentingan dengan elit politik yang respectable. Sesama Sukarnois kita harus setia dalam perjuangan. Pertemuan hari ini sudah mengubah peta politik Bali dari sisi saya pribadi. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Wakil Ketua Pimpinan Kelompok DPD di MPR RI ini.