23 September 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

DR. Wedakarna Usul Pembangunan Pura di Kampus Negeri Se-Indonesia dengan Bantuan APBN

KAMPUS PANCASILA – Senator RI Dr. Arya Wedakarna meninjau Pembangunan Pura Hindu di Kampus Univ Pancasila Jakarta

Begitu mendengar adanya pembangunan tempat ibadah 6 agama termasuk Pura Hindu di Kampus Universitas Pancasila ( UP ) di Jakarta, Senator DPD / MPR RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III langsung menyempatkan diri untuk hadir meninjau lokasi pembangunan tempat ibadah dikampus yang terletak di Lenteng Agung Jakarta Selatan ini.

Disambut langsung oleh Prof Dr Edie Toet Hendratno,SH,Msi ( Ketua Pengurus Yayasan Pembinaan dan Pembina UP ) dan Prof. Dr. Sri Widyastuti, SE, MM, Msi ( Wakil Rektor I ) serta jajaran Dekanat UP termasuk sejumlah Dosen Agama Hindu dan juga Mahasiswa Hindu Dharma UP.

Pembangunan 6 tempat ibadah agama di Kampus UP ini merupakan terobosan hebat ditengah berkembangnya kasus intoleransi di Indonesia, dan pujian atas usaha dari keluarga besar UP patut diapresiasi.

“Saya kira, negara harus mengatensi hal ini Kita tahu bahwa disejumlah wilayah di Indonesia ini sangat sulit untuk bisa membangun tempat ibadah minoritas, tapi ada kampus swasta yang memberikan contoh hebat yakni Universitas Pancasila. Dahaga akan implementasi nyata dari Pancasila dan UUD 1945 terbukti dikampus yang didirikan pada tahun 1966 ini. Ini menjadi sebuah berita baik untuk bangsa Indonesia. UP telah mengikuti jejak UNES sebagai kampus negeri pertama yang memiliki tempat ibadah 6 agama resmi. Terimakasih sudah menginspirasi.”ungkap AWK yang juga PresidentThe Hindu Center Of Indonesia ini.

Selain itu, dalam pidatonya, Senator AWK juga menyatakan akan mengusulkan ide dan gagasan untuk mendirikan 5 tempat ibadah umat minoritas di Indonesia yakni Pura, Gereja, Wihara, Klenteng untuk mahasiswa Hindu, Katolik, Kristen, Buddha dan Konghuchu dikampus – kampu negeri di Indonesia.

“Saya kira momentumnya tepat dan ini sebuah bukti bahwa dunia pendidikan tinggi di Indonesia bersifat universal. Kita akan jadikan contoh baik di Universitas Negeri Sebelas Maret yang sudah lebih awal mendirikan 6 tempat ibadah dan ini akan kita usuklkan dengan skema APBN dan pemasukan negara bukan pajak. Tinggal instruksi menteri saja sudah cukup. DPD RI sangat mendukung baik dari politik kebijakan dan politik anggaran. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga Presiden The Sukarno Center.

Terkait dengan pembangunan pura Hindu di Kampus Universitas Pancasila, Senator AWK meminta kepada semua komponen umat Hindu Indonesia mendukung pembangunan ini, mengingat pembangunan pura Hindu ini sudah mencapai 50%.

“Saya akan bantu dan meminta kepada tokoh Hindu Indonesia untuk bisa membantu pembangunan Pura di Kampus Univ. Pancasila. Saya juga sudah usulkan agar Pura dilengkapi dengan ukir – ukiran ( patra ) ala Betawi. Jangan terlalu Bali Sentris, dan pakai budaya lokal. Ada akulturasi yang penting. Selain itu, mengingat luas pura terbatas sebaiknya dikonsep mandala tunggal ( parahyangan ) sehingga pendopo, dan wantilan bisa digunakan. Saya akan sumbang Patung Ganesha dan sejumlah ornamen lainnya dipura ini. Kita bantu. Ini hebat, cocok namanya Kampus Pancasila. Ini sesuai dengan prinsip Satyagraha Bali Berdaulat “ungkap Dr. Gusti Wedakarna yang mantan Rektor Universitas Mahendradatta Periode 2014 – 2019 ini.