23 Oktober 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Wedakarna Adakan Pertemuan dengan Partai Kebangkitan Bangsa

KUNKER – Senator DPD RI Dr. Arya Wedakarna menyerahkan Foto Bung Karno dengan Ibu Fatmawati dan disaksikan Wahid Hasyim ( Ayahnda Gusdur ) di Kantor DPW PKB Bali

Keseriusan Anggota DPD RI Utusan Bali, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III terhadap perjuangan Bali terkait RUU Provinsi Bali kian nyata ditunjukkan. Satu – satunya incumbent yang lolos di Pemilu 2019 di DPD RI Dapil Bali ini, Senator Arya Wedakarna ( AWK ) menunjukkan kualitasnya sebagai wakil rakyat yang memang benar – benar penuh ideologinya dan serius perjuangannya tanpa memikirkan popularitas semata.

Sifat dan jiwa negarawan ditunjukkan olehhn AWK saat bertandang kesejumlah partai politik diwilayah Bali untuk menggalang dukungan atas goalnya RUU Provinsi Bali yang kini sudah berproses diparlemen khususnya di Baleg DPR RI. Dan Partai Kebangkitan Bangsa ( PKB ) adalah partai pertama yang dikunjungi oleh Arya Wedakarna sebagai Komite I Bidang Hukum DPD RI sekaligus AWK sebagai Panitia Perancang Undang – Undang ( PPUU ).

Diterima langsung oleh Bambang S ( Ketua DPW PKB Bali ), Imam MS ( Sekretaris DPW PKB Bali ) berserta H Moh Hasan ( Ketua Syuro ), Imam Subakti ( Sekretaris Syuro ), H Sunoto ( Bendahara PKB ), dan Imam Subakti ( Kepala Sekretariat PKB Bali ).

Dalam pertemuan yang dikemas dalam kunjungan Silaturahmi ini, Senator AWK menyampaikan perkembangan terkini terkait dengan updating pengajuan RUU Provinsi Bali yang sudah berproses di DPR RI, DPD RI, Kementrian Hukum dan HAM RI serta Kementrian Dalam Negeri.

RUU yang langsung diajukan oleh Gubernur Bali dan DPRD Bali sepatutnya didukung oleh seluruh komponen Bali termasuk partai politik didalamnya dan AWK meminta agar PKB sebagai partai nasionalis religius bisa meyakinkan DPP PKB untuk All Out mendukung perjuangan Bali.

“Saya memastikan bahwa RUU Bali ini tidak ada urusan SARA, semua adalah urusan tata pemerintahan dan juga hak – hak Bali sebagai daerah otonomi. Ini berbeda dengan RUU Otsus Bali yang ditolak oleh DPR RI karena ada resistensi. Dan syukurlah dari penjelasan Ketua PKB Bali bahwa elemen PKB dan juga kaum Nahdiyin ikut mendorong dan mendoakan agar RUU ini berhasil. “ungkap Gusti Wedakarna yang juga President The Sukarno Center.

Terkait dengan agenda Politik 2024, Gusti Arya Wedakarna memiliki keyakinan bahwa PKB akan menjadi partai besar, mengingat semangat pluralisme dan kebhinnekaan terus diusung oleh PKB.

“Di Pemilu 2019, PKB di Bali pernah menjadi partai besar yang memiliki anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten / Kota. Dan asalkan PKB konsisten dan satyawacana dengan mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo, maka kami yakin akan mengambil simpati orang Bali. Saya secara pribadi dan juga sebagai bagian dari komponen masyarakat Bali siap untuk bersinergi dengan PKB agar PKB berhasil di Pemilu 2024. Apalagi konstituen AWK juga banyak dari kelompok nasionalis. Menjadi anggota DPRD Bali kan Cuma perlu suara 10-30 ribu suasa saja, Untuk menjadi anggotra DPRD di Kabupaten Kota diperlukan suaran kurang dari 15.000 dan itu tidak sulit. Asal bersinergi. Saya sendiri sudah mulai berpikir, kalau di Bali ini perlu PKB terutama untuk membantu Bali bebas dari masalah SARA. Dari partai yang berplaftorm religius Islam, tentu yang paling cocok adalah PKB. Apalagi orang Bali sangat menghormati Gus Dur “ungkap AWK.

Dikesempatan itu AWK juga menyampaikan sejumlah hal diantaranya terkait peta politik Pemilu, Pemilihan DPR dan DPD RI serta Pemilihan Gubernur di 2024. Selain itu AWK menyampaikan pandangannya terhadap pembuaran HTI dan FPI yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi serta mengapresiasi kinerja Menteri – Menteri dari PKB seperti Menteri Agama dan Menteri Desa yang dinilai baik.