Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Senator Wedakarna Temui Sejumlah Seniman di Denpasar serta Dukung Lawas Human Community

COVER 6
Senator DPD RI AWK juga siapkan penghargaan untuk "Nyoman Kaler"

Kerinduan para seniman dan juga event organizer di Bali untuk beracara dan berkreasi selama Pandemi ini disampaikan langsung oleh praktisi seni dihadapan Senator DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali, Dr Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedastera Suyasa saat bertatap muka langsung. Salah satunya adalah dari komunitas Lawas Human Bali saat beraudiensi dengan Dr Arya Wedakarna ( AWK ) di Istana Mancawarna Tampaksiring.

Dr Wedakarna Bersama Komunitas Lawas Human
Dr Wedakarna Bersama Komunitas Lawas Human

Dalam pertemuan tersebut, disampaikan tujuan dari komunitas Lawas Human Community ini untuk mengadakan acara adalah selain memenuhi kerinduan masyarakat dengana cara berbau seni dan budaya, juga sebagai wadah untuk aksi sosial termasuk aksi donor darah. Dan dukungan acara ini langsung disampaikan oleh AWK dengan hadir langsung dilokasi acara kegiatan yakni di Renoma Garde dikawasan Hayam Wuruk Denpasar.

Disambut oleh Ketut Gede Landep ( Ketua Panitia ), Senator mengucapkan terimakasih atas inisiatif dari komunitas untuk bisa mengadakan acara seni, musik dan pameran dengan baik.

“Salah satu cara meningkat imunitas tubuh itu adalah dengan gembira, dan orang yang berkesenian pasti gembira. Tetap lanjutkan. “ungkap AWK yang dulu sempat menjadi personel band di Musica Studio Jakarta ini.

Dr. Arya Wedakarna Bersama Seniman Denpasar
Dr. Arya Wedakarna Bersama Seniman Denpasar

Hal senada juga diungkap oleh AWK saat bertemu dengan sejumlah Seniman Bali asal Denpasar atas fasilitasi Seniman I Nyoman Wisura Kusuma,BA dikediaman seniman diwilayah Pemogan Denpasar. Tampak hadir sejumlah seniman yakni Drs. Pande Putu Martha,BA, I Wayan Mariana,S.SSN, I Wayan Kaler, SSN, Dra Ni Putu Ariani, Dra. Gusti Ayu Mas Susilawati, Ni Putu Nursanti.

Dalam kesempatan itu, AWK bernostagia mengingat pada saat perjuangan merah putih dizaman PNI Bung Karno, almarhum ayahnda AWK yakni ( swargi ) Shri Wedastera Suyasa pernah menyambangi pondok I Nyoman Kaler dan kini sejarah itu berulang kembali. Sebagaimana disampaikan oleh puta maestro Nyoman Kaler yakni Wisura Kusuma yang menyatakan kebahagiaannya atas kehadiran AWK dan menunjukkan bahwa AWK adalah sosok yang pemimpin Bali yang menjadi harapan untuk Bali saat ini dan kedepan.

“Atas nama keluarga, tiang angayubagia pisan dengan kehadiran Ratu Gusti Aji Wedakarna dipondok kami. Ini sebuah penghargaan bagi kami keluarga seniman Nyoman Kaler dan semoga kedepan perhatian negara terhadap seniman Bali terus mendapatkan perhatian maksimal. “ungkap Wisura. Terhadap hal ini, Senator AWK meminta kepada Seniman Bali untuk tidak menyerah dengan keadaan khususnya berbagai jenis pembatasan yang ada selama Pandemi, dan meminta agar seniman lingsing ( sepuh ) tetap berkontribusi terhadap dunia seni di Bali.

“Satu – satunya yang kekal didunia adalah perubahan.Kedepan seni itu akan menyatu dengan digitalisasi dan juga menyuarakan seni harus siap menggunakan teknologi. Dan disinilah seniman muda harus menjembatani kebutuhan ini. Disatu sisi seniman sepuh dan lingsir pasti menjadi teladan dan menguasai ilmu seni secara mumpuni. Disatu sisi seniman muda harus menguasai bidang IT dan marketing digital. Seni harusnya mampu membawa seniman dan rakyat sekitarnya sejahtera. Itu konsep seniman menurut ajaran Marhaenisme. Kita akan berikan penghargaan untuk Alm. Nyoman Kaler sebagai tokoh seni hebat dizaman Bung Karno. ”ungkap Gusti Wedakarna yang juga mantan Ketua PNI Marhaenisme Bali periode 2008 – 20018 ini.