23 Oktober 2021

Arya Wedakarna

Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III

Peduli Seni, Senator Wedakarna Dukung Eksistensi Legong Lanang Peliatan Ubud Komunitas Seni Rupa Mural Jembrana

BALI BERDAULAT – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Disbud Dan Seniman di Balerung Peliatan Ubud (atas) dan Bersama Seniman Mural Jembrana (bawah)
AWK diundang Komunitas Seni Rupa di Mural Jembrana dan hadiri event PPMI Bali...

Senator RI, Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III hadir dalam Joykul Bali International Talkshow and Virtual Art Performance Legong Lanang Nandira Jaya Pangus yang dilaksanakan di Ubud Peliatan Balerung Stage. Selain AWK, terdapat pejabat Pemerintah Daerah yang turut hadir dalam acara tersebut seperti I Komang Nova Sewi Putra (Anggota DPRD Provinsi Bali), I Gede Arya Sugiartha (Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali), Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Gianyar, A.A. Gde Oka Dalem sebagai Tuan Rumah sekaligus Seniman Merah Putih, dan Ketua DPD Dewan Pengurus Daerah Purna Prakarya Muda Indonesia (DPD PPMI).

Wedakarna Hadiri PPMI Bali
BALI BERDAULAT – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Disbud Dan Seniman di Balerung Peliatan Ubud

Dalam kesempatan ini, AWK sangat mendukung dan apresiasi kegiatan kesenian seperti ini, karna telah memberikan ruang walaupun secara terbatas untuk menampilkan suatu event kesenian secara virtual. Dimasa pandemi ini, AWK percaya bahwa kesenian dapat membuat masyarakat menjadi sehat.

Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan ini tak lain untuk melestarikan seni dan budaya serta memberikan wadah bagi para seniman untuk tetap berkarya di masa pandemi, pertunjukan Legong Lanang ini juga untuk menjawab kerinduan para wisatawan terhadap Bali sehingga ke depannya diharapkan akan semakin banyak kegiatan semacam ini, bukan hanya tari melainkan juga kesenian lainnya, mengingat Provinsi Bali merupakan wilayah yang hidup dari seni budaya dan pariwisata, meskipun ditengah musibah dunia, masyarakat bali harus tetap bersemangat dan mempercayai peran Pemerintah untuk bisa membawa Bali secara berlahan tapi pasti untuk segera membuka Pariwisata Bali.

Dengan dibukanya Bali, maka akan berdampak pada seluruh sektor di bali, khususnya dibidang budaya akan berkembang, sanggar-sangkar dan para seniman dapat berkreasi kembali. Namun satu hal yang harus diperhatikan jika Pariwisata Bali akan di buka, yakni jika vaksinasi di Bali telah tuntas minimal 70%.

Pimpinan Sanggar Balerung Mandera Srinetrya Waditra mengatakan, Desa Peliatan selama ini sudah terkenal dengan pelegongannya. Awal mula Legong muncul di Sukawati, Gianyar, sekitar abad-19, kemudian berkembang ke daerah Peliatan untuk menjadi hiburan raja-raja. Saat itu, Legong memang biasa ditarikan oleh “pragina muani” karena kesenian klasik ini sangat erat kaitannya dengan Pegambuhan yang dibawakan oleh kaum pria.

Legong mulai ditarikan oleh penari perempuan, setelah adanya misi kesenian dari Peliatan ke Paris pada 1931. Oleh karena tari Legong kesannya lembut, sehingga kaum hawa saat itu dinilai dapat pula menarikannya dengan baik. Semenjak itu, kemasyuran tari Legong merebak ke mancanegara menjadi salah satu jenis tari Bali yang paling elok. Mengutip dari kompasmania.com, bahwa Fragmen tari Legong Lanang Nandira Jaya Pangus ini ditampilkan perdana pada tahun 2012, tanggal 12 bulan Desember.

Di akhir pidatonya AWK menyampaikan “Tari Legong Lanang ini merupakan tari langka yang tidak semua generasi muda mengetahui. Ada sejarah luar biasa dibalik tarian ini jika ingin didalami, untuk kedepannya peran Dinas Kebudayaan Provinsi atau Kabupaten Gianyar diharapkan dapat membuat suatu kajian ilmiah terkait dengan Sejarah Tari Legong Lanang ini” kata AWK yang juga Mantan Rektor Universitas Mahendradatta.

Komunitas Seni Rupa Mural Jembrana
BALI BERDAULAT – Senator DPD RI Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna MWS III Bersama Seniman Mural Jembrana

Ditempat terpisah, AWK memenuhi undangan sabtulustrasi di Elpekopi, Negara, yang tergabung dari mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Bali dan ISI Jogja AWK memberikan motivasi dan dukungan terbentuknya Asosiasi Seniman Mural yang bertujuan untuk mengembangkan seni mural bagi anak-anak muda Indonesia, khususnya Kabupaten Jembrana. Dalam hal ini, Sabtulustrasi mengadakan lomba mural dengan tema CREATIVITY AMONG COFFE serta mengadakan virtual Exhabitions untuk karya ilustrasi.